Menepi Sesaat
Menepi meruntuhkan ego yang memuncak, kala waktu menggoresnya lebih luka. Memilih kata tenang jalanya saja terlupakan. Memori memendam sesaat namun perih dan lukanya menyayat. Kembali kujejaki jalan sepi yang dirindui nikmat... Seperti malam yang bercerita tentang mimpi, seolah senyum menghiasi wajah kala mentari menyapa bumi, kukatakan saja itu hanya mimpi. Wajah yang kubalut dengan kabut, seperti hujan saat ini menjama tanah. Lelah tak pelak ku rasa, mendambakan damai kupilih menepi mendamaikan hati.