Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

BLOGER SEBAGAI MEDIA BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

HatiMu Seperti Kapas

Gambar
Ibu sosok tangguh dalam rupa dirimu, rahim surga tempat kami berlindung. Rupa yang tak lekang oleh usia, tak termakan waktu menjemput. Ragamu boleh melelahkan semangatmu, namun pengorbananmu jauh dari kata letih.Sedih silih tak tertatih, saat wajahmu kembali mengkriput, pertanda engkau semakin tua Ibu sosok hati yang paling manis, sosok insan yang paling tersayang. Bayang tak akan hilang walau tak disayang. Rupamu yang tak mampu kugariskan dalam waktu yang sebentar, namun akan lama kudambakan. Ibu terimakasih untuk rahim yang pernah kusinggahi dan mungkin juga pernah kusakiti, tak salah jika ku nilai hatimu selembut kapas.

Cantiknya Abadi

Gambar
Telah mengilang sejarah membawa pesona, anggunmu tak luput dari rindu, cantikmu tak hilang walau tertutup waktu. Dia yang kusebut gadis melawan lupa,duka dan bahkan rupa. Cantiknya abadi, menghilangkan pesona jejaknya ada. Abadi menorehkan rasa, pandai memainkan jiwa. Olehnya aku dibenarkan. Cantiknya abadi, kini malam melintasi cakrawala bernyawa, senyum tertatih pada barisan bintang, walau sejarah tak terhindarkan pesonamu tetap abadi.

Mengapa Harus Aku

Gambar
Perjalanan akan berakhir tiada tara. Menemani waktu yang cukup menguras raga, hampa tertinggal nama. Ingin kusesali, dengan sudut yang kupilih itu. Menjelang masanya, ragaku sekarang rapuh, tertinggal sesal menerpa. Bayangan lalu, hinggap saat mimpi menjemput. Teriaku tak mampu menghalau, telah dan lelah. Mata yang tak dapat ku tipu, menyisakan lembab air yang mengering. Tangisanku, hidupku mengapa harus aku. Sementara untuk kesekian saja, biarkan aku berlalu tanpa ragu, biarkan aku menjamu tanpa kamu, sebab jejak yang kau tinggali hanya membuatku rapuh.🥀

Malamnya Memilukan

Gambar
Semilir hangatnya malam, menampilkan wajah pilu dari garis wajahmu. Yah, kamu dari barisan kata yang berirama rasa, menandakan adanya jejakmu. Jejak yang memilukan, jejak yang sejaknya ada selalu menorehkan luka. Bila lukanya yang tak sanggup kau sembuhkan, kembalikan aku pada lembaran kertas yang pinggirnya berkerut. Berkerut seiring runtuhnya rindu. Barisan jejak pada lembaran putih, kini memilukan duka. Air mata membasahi pipih putihmu, tak ada lagi hangat dan sebatas sapaan, yang mungkin kulimpahkan pada doa tangan yang berkerut.

Menepi Sesaat

Gambar
Menepi meruntuhkan ego yang memuncak, kala waktu menggoresnya lebih luka. Memilih kata tenang jalanya saja terlupakan. Memori memendam sesaat namun perih dan lukanya menyayat. Kembali kujejaki jalan sepi yang dirindui nikmat... Seperti malam yang bercerita tentang mimpi, seolah senyum menghiasi wajah kala mentari menyapa bumi, kukatakan saja itu hanya mimpi. Wajah yang kubalut dengan kabut, seperti hujan saat ini menjama tanah. Lelah tak pelak ku rasa, mendambakan damai kupilih menepi mendamaikan hati.

Kopi Saja Menghangatkan

Gambar
Pagi yang kusiapi hari, sejenak yang penat. Suguhan kopi manis lengkapi hari cukup berarti. Pandangan menderap, matahari yang kian ku capai, lebihnya kunikmati tanpa pamrih... Lelah terlewatkan, lidah yang kelu diaromai suguhan manis, secangkir nikmatnya menghangatkan. Tak pelak bagiku cukup, nikamatnya terukur lewat jalan rasa, yang kutulis dalam memori hati, yah..kurasa cukup. ;)Sarny Gimbuk

Tertawa Sembunyikan Luka

Gambar
Senyum menghiasi wajah yang kian bertambah tua, rangkaian pilu menghujan kala luka menghantam raga. Kadang hanya bersembunyi adalah bagian terpenting dalam menghilangkan luka. Yah, dia adalah bagian yang tertulis dalam sejarah hidupku. Tertawa membangunkan ketidaktauan, sejak kata dan rasa yang digoreskan dalam hati, atau mungkin sepenggal gelap untuk menutup mulut yang tak luput berkalut. Keluh lidah untuk berucap, bibir yang tersungging kegirangan sembunyikan kebenaranya...Luka itu kamu. Ruteng, 13 Februari 2022 Sarny Gimbuk;)

Ruteng

Gambar
Ruteng, sejejak kata tak dapat untuk sekedar memuja, berpaling, dan bahkan pulang. Ruteng, tempat ternyaman bagi insan yang saling mengenang. Beribu alasan hanya sekedar menjejaki setiap bagian paling indah didalamnya. Kota yang menjanjikan dinginnya hujan, kota dengan beribu kata manis disetiap jejak mata memandang. Ruteng, kota dengan pesona yang berbeda dari yang lain. Kota yang mengandung arti paling indah untuk insan berkelana mencari asmara. :) Sarny Gimbuk Ruteng, 10 Februari 2022

Pesona Inang Cantik

Gambar
Ini masih kisah gadis cantik, yang bermuara pada bumi Nuca Lale. Si cantik, dan tak lupa cerewetnya yang menghanyutkan dan menyakitkan. Inang masih kupuja namamu setinggi puncak Ranaka, sebening danau Rana Mese, selembut Towe Songke. Tak kurang juga,cerewetmu saat empo sayangmu terluka. Kurang apalagi ku puji Inang. Pernah sekali, kuceritakan pada dunia, bahwa Inang tidak selamanya seperti yang mereka bayangkan. Seolah- olah saja, inang itu toema di'a. Mawang kaut one nai...heee inang, jika kelak engkau yang ku panggil Mama, cinta dari anak reba dite, bisahkan kata nego berganti jadi kata gombal?, seperti sekarang saja, enu masih latih gombal dan Nara reba diluaran sana. Atau mungkin, sosok?, ahh jaman mempermainkan rasanya Enu. Inang ee yang kusayang, si cantik dan manis untuk setiap kata per kata yang Enu sebut cerewet, gagalkan hati anak rebaMu untuk mencari calon wote lain diluaran sana, apapun itu. Walau ini, masih dalam tahapan letang temba de Enu mencari dan menemukan, wal...

Kangen Ruteng

Gambar
Kangen, itulah cerita sebagian dari penghuni kota dingin itu yang Rindunya jauh dari kota dureng ini. Kangen sekali, apalagi kalau hari Minggunya jumpa Tuhan. Joak jaek, bilang saja cumang dipelataran katedral Ruteng. Sutt, bukan sekedar rindu dan kangennya yang jadi masalah,tapi ini tentang kisah insan didalamnya yang tak kunjung usai. Hisss...mulai lagi curhat. Bagaimana tidak, perasaan kemarin baru Nana bilang "Enu aku momang ite", dan hari ininya bilang "Enu, neka rabo", iya dimaafkan tau saja ta Nana, kami yang modal perasaan dan modal imus rebok ini bisa apa. Bermula dari kisah Dev dan Anya, sampai kisah Rikus dan Moni yang tak kunjung selesai, sekarang kisahnya kita berbeda, lebih miris dan buat ini hati tamba mas seperti sambal Warung Mulia, sakit sekali. Sepertinya,toto Kopi kemarin ada benarnya e, bukan sekedar tebak sio pe, tapi tebak isi hati daku latang hi Nana reba yang tinggal Repang saja. Aduh Tuhan tidak jadi Kangen Ruteng. Ruteng, mungkin kisahk...

Ruteng Dureng

Gambar
Siapapun pasti tau, Ruteng kota kecil dengan sejuta pesona rindu didalamnya, sekedar mengingatkan untuk tidak beranjak. Ruteng, kota dengan penghuni manis menghiasi wajah yang berseri- seri bagi siapapun yang menyapa. Dan jangan lupakan Kopi emm, ciri khas sembari menyapa "mai cenggo cekoen" ramah bukan. Sudah cukup mengagumi, ibarat dingin yang pekat ini, Ruteng tak kalah menghadiahi insannya tuk segera mencari sapo. Sudah menjadi tradisi bila bulan Januari, Ruteng selalu diguyur hujan. Yah Dureng. Hujan yang datang seperti bang toyib, pergi pagi pulang pagi, sialnya Ruteng Dureng dari pagi hingga pagi, huhhhh jaket, selimut, dan sapopun tidak cukup sekedar menghangatkan, tapi jika disuguhkan dengan kopi ditambah dengan ganda joaknya nana, aduhh Dureng tak dihiraukan, dinginpun tak dindahkan. Hee, cerita Ruteng kali ini, bukan hanya Saponya saja, tapi rindu ganda joaknya nana dureng begini peh dehh kopipun minta tambah. Mana enu saja tulis ini ganda ka Nana, sembari wig...