Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

Cantiknya Abadi

Gambar
Telah mengilang sejarah membawa pesona, anggunmu tak luput dari rindu, cantikmu tak hilang walau tertutup waktu. Dia yang kusebut gadis melawan lupa,duka dan bahkan rupa. Cantiknya abadi, menghilangkan pesona jejaknya ada. Abadi menorehkan rasa, pandai memainkan jiwa. Olehnya aku dibenarkan. Cantiknya abadi, kini malam melintasi cakrawala bernyawa, senyum tertatih pada barisan bintang, walau sejarah tak terhindarkan pesonamu tetap abadi.

Mengapa Harus Aku

Gambar
Perjalanan akan berakhir tiada tara. Menemani waktu yang cukup menguras raga, hampa tertinggal nama. Ingin kusesali, dengan sudut yang kupilih itu. Menjelang masanya, ragaku sekarang rapuh, tertinggal sesal menerpa. Bayangan lalu, hinggap saat mimpi menjemput. Teriaku tak mampu menghalau, telah dan lelah. Mata yang tak dapat ku tipu, menyisakan lembab air yang mengering. Tangisanku, hidupku mengapa harus aku. Sementara untuk kesekian saja, biarkan aku berlalu tanpa ragu, biarkan aku menjamu tanpa kamu, sebab jejak yang kau tinggali hanya membuatku rapuh.🥀

Malamnya Memilukan

Gambar
Semilir hangatnya malam, menampilkan wajah pilu dari garis wajahmu. Yah, kamu dari barisan kata yang berirama rasa, menandakan adanya jejakmu. Jejak yang memilukan, jejak yang sejaknya ada selalu menorehkan luka. Bila lukanya yang tak sanggup kau sembuhkan, kembalikan aku pada lembaran kertas yang pinggirnya berkerut. Berkerut seiring runtuhnya rindu. Barisan jejak pada lembaran putih, kini memilukan duka. Air mata membasahi pipih putihmu, tak ada lagi hangat dan sebatas sapaan, yang mungkin kulimpahkan pada doa tangan yang berkerut.