Mengapa Harus Aku
Perjalanan akan berakhir tiada tara. Menemani waktu yang cukup menguras raga, hampa tertinggal nama. Ingin kusesali, dengan sudut yang kupilih itu. Menjelang masanya, ragaku sekarang rapuh, tertinggal sesal menerpa.
Bayangan lalu, hinggap saat mimpi menjemput. Teriaku tak mampu menghalau, telah dan lelah.
Mata yang tak dapat ku tipu, menyisakan lembab air yang mengering. Tangisanku, hidupku mengapa harus aku.
Sementara untuk kesekian saja, biarkan aku berlalu tanpa ragu, biarkan aku menjamu tanpa kamu, sebab jejak yang kau tinggali hanya membuatku rapuh.🥀
Komentar
Posting Komentar