Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Aku Nuca Hau Lale

Gambar
  Suara kaka ngkiong dari bukit itu, membangunkan aku dipagi yang begitu dingin. Dingin menusuk hati yang kutau  pagi itu aku masih terlelap tidur berkencan dengan mimpi. Ada begitu banyak mimpi yang kerap kali membuat aku untuk tidak bangun dari tidurku. Semarak angin pagi berhembus pelan, menyiasatkan aku untuk segera mencari biang kehangatan. Kopi sudah kau suguhkan, bersama ubi khas Nuca Lale, daeng teneng. Karna dinginya Ruteng yang tak karuan, aku menelah untuk segera menghangatkan tubuhku bersama leso. Sempurna kataku, sambutan matahari yang terbit dari pelosok kampung Wukir, membawa kehangatan tersendiri bagi aku yang membutuhkan kamu. Nyanyian pagi membawa aku seolah- olah cintaku bersama mata leso terbawa juga sampai moranya di tacik Labuan Bajo.  Aku Nuca Kau Lale. Sengaja aku nobatkan padamu Cinta padamu Sayang. Sang pemberi baik, menghadirkan dua nama yang cantik latang enu hi Nuca, dan latang nana hi Lale. Perpaduan dua insan yang akan diikrarkan pad...

JADIKAN AKU SEBAGAI KEKASIH UNTUK SATU HATI

Gambar
Dalam hati yang senada dengan rasa Ada doa yang terpanjatkan untuk yang kuasa Berharap hanya dua menjadi satu Tidak apa-apa untuk menenangi Kini titik yang kutunggu belum saja menentu Hanya kamu yang jadi tau Tauku hanya satu demi kamu Lewati bersama dalam jalan untuk nama Siasatmu kini menjadi mati Aku bisu untuk tau akan itu Sebagaimana yang aku tau Aku hanya mau tau Kau menjadikan aku Sebagai kekasih untuk satu hati Jangan menjadi dusta untuk berjuta hati Lewati niaga yang kian mengada- ngada Asalkan baik dan manis katamu Kasih yang pasti hanya satu Bukan dua ataupun tiga Aku ingin hati aku saja Yang kau labuhi Bukan surga banyakmu Untuk duri pada hatiku ini Cukup mereka yang pernah Singgah dan pergi tak berbekas Aku mau hatimu yang satu Bukan dua atau tiga Itu saja #Tabe

Inilah Kami Yang Menanti Hati || Puisi Dari Nai

Gambar
Beberapa ketukan sembari menjadi bukti Untuk nara yang tak henti menebar janji Kini Enu kembali berbakti Pada hati yang kian menepi Nara disini di hati Ada kami yang menanti pelangi Pada hujan sore untuk menerka kalbu Jangan ada risau di balik batu Diam ataupun bisu Inilah kami yang menanti hati Kepiawaian itu di jadikan memori Setiap liputan kasih dalam ambisi yang tertepi Aku yang cantik mengisi hati kami dengan nadi Yang tertradisi bagai mati dini hari Untuk nara bukan yang lain Nara sini disini Nyayikan aku satu lagu Mengisi waktuku menjadikan lagu sebagai mauku Hanya itu yang kubutuh untuk waktu yang bahkan ku mau itu lama Jangan biarkan hati menutup api Biarkan menyala saja Seperti gerak ntala eta awang Leso ata par awo mai golo Sebening air danau rana mese Sehelai kapas wua kawu Buktinya itu saja untuk aku Ia itu saja cukup Untuk aku yang menanti hati nara #Tabe #SarnyGimbuk

Cukup Mereka Yang Kau Ragukan Aku Jangan

Gambar
Semilir ombak pantai Cepi Watu menambah nikmat aku dan kamu menjadi kita Kita yang disatukan dalam pesona Gunung Inembele di balik pepohonan itu Aku mencoba  mengambil sehelai bunga pada bibir pantai dan berharap kamu akan mengambilnya kembali dan untuk aku saja Tinta hitam bergaris biru sedikit merusak suasana hati Awan yang pelan- pelan ingin menangis tat kala hujan kembali membasahi bumi Nuca Lale Kamu berbisik Ayo kesana kita berteduh bersama nama Gubuk kecik yang menjala Aku mengganguk dan bilang Ia Disana aku dan kamu belum menjadi kita Dalam hati aku bertanya Untuk apa kau mengajak aku jika tidak segera menjadi kita Dan untuk apa kau ceritakan susana perjalanan tadi diatas roda dua itu Hatiku bergumam Suasana kembali menjadi dingin Entahlah yang kutau Borong panas Tapi hati aku disana tercipta dingin es membeku Kau menatapku seakan ada cerita yang ingin kau luruskan Aku menatapmu kembali Kita menjadikan mata sebagai saksi Dan hanya ...

Saya Get Nana Tapi Mendo Reweng

Gambar
  Hidup beralasan namun hati berantakan, kala Rua Wae Menang Ces Buru. Jauh nara terhalang Golo Langkas, rindu nana sejauh mana Tacik yang Ngengga. Nara geong biarkan enu Kukut Na'a One Pucu Biarkan Enu Pedeng One Nai. Begini singkatnya nana, seperti puisi yang berilusi, seperti naluri yang bermain akupun demikian ingin hati memiliki nara, ingin rasa mencintai nana, namun Wada mulut dopel todel toe nganceng tombo. Apakah ini yang dinamakan Kasih Tak Sampai Nana? seperti haluan kanan perintah komandan, kakiku bergerak ke haluan kiri. Tolol! amatiran, kataku dalam hati. Kita berbincang jarak jauh,kita berbicara tentang rasa yang ingin memiliki tentang hati yang ingin beradu, takut kataku. Seperti sinetron saja. Hahahah tadang e Nawa ruis e Racap, kata Sius Magung, kedengaran seperti nama ini yang aku sebut. Memang ia nana, dia saja yang enu tau waktu enu jamanya labar kebok. Lagunya yang menusuk hati Rindunya yang mengukur sukma, kalah kole gombal kut pacar ru masa hitu nana,heee ...

Dear Inang Agu Amang Iklaskan Anakmu Untuk Aku

Gambar
Untuk inang untuk amang, ada yang bilang gombalan Koa lebih manjur untuk menarik perhatian inang dan amang bapa dan mama. Kini enu yang akan mencoba bernego dengan harga hati, berbalas wae lu'u sah dengan tiba wale eng. Inang agu Amang ata lembak nai, denge saok daku latang meu kudut kukut laku anaks meu, kekasih daku. Encokkk tae di amang, ngeri tae di inang kasi asi tae de wa"u. Ata wange ngong,hahahaeto. Dear inang agu amang Inang molas toe koas Amang reba toe behas Gampang calang dedek eng Ijinkan anakmu menjadi rasaku Bukan hanya raganya saja Akankah eng wale peleng  Atau eng wale io Kurasa bukan aku yang tau itu Ijinkan aku merayumu dengan sejuta imus Dengan beribu ipung Yang ku tuluk di tiwu ramu Amang ada rongko yang kamu dolong Ia akan aku suguhkan Inang kamu ngg'aut minta towe dedangku Ia akan ku dedang walau tak seindah motif buatan ende teres Amang kau minta kopi manis buatanku Ia akan kusuguhkan kopi manis itu kalah ...