Cukup Mereka Yang Kau Ragukan Aku Jangan
Semilir ombak pantai Cepi Watu menambah nikmat aku dan kamu menjadi kita
Kita yang disatukan dalam pesona Gunung Inembele di balik pepohonan itu
Aku mencoba mengambil sehelai bunga pada bibir pantai dan berharap kamu akan mengambilnya kembali dan untuk aku saja
Tinta hitam bergaris biru sedikit merusak suasana hati
Awan yang pelan- pelan ingin menangis tat kala hujan kembali membasahi bumi Nuca Lale
Kamu berbisik
Ayo kesana kita berteduh bersama nama
Gubuk kecik yang menjala
Aku mengganguk dan bilang Ia
Disana aku dan kamu belum menjadi kita
Dalam hati aku bertanya
Untuk apa kau mengajak aku jika tidak segera menjadi kita
Dan untuk apa kau ceritakan susana perjalanan tadi diatas roda dua itu
Hatiku bergumam
Suasana kembali menjadi dingin
Entahlah yang kutau Borong panas
Tapi hati aku disana tercipta dingin es membeku
Kau menatapku seakan ada cerita yang ingin kau luruskan
Aku menatapmu kembali
Kita menjadikan mata sebagai saksi
Dan hanya sedikit kata yang aku tau darimu
Mereka kau boleh ragukan tapi jangan aku
Aku diam
Seolah aku bersandiwara pada cakrawala
Seolah ramalanku tertuju
Tentu semua pemikiran aku yang batu
Menjadi titik temu yang beruntung
Aku tau diamu belum menekan
Aku tau ketidaksukanmu menjadi satu
Satu cinta yang menjadi irama
Irama memainkan mata menguji yang pasti
#Tabe

Komentar
Posting Komentar