JANGAN LUPA, AKU PERNAH MEMBUATMU TERSENYUM
Biarkanlah berlalu untuk sementara waktu Ucapmu kala itu Sepertinya itu saja Dan sekian Kamu hadir seolah hanya tangisan untuk mencari sandaran Nana tau? Ketika sandaranmu sudah nyaman untuk ditinggali Kamu punah Sakit hati kala duri haju nderu Menusuk perlahan Tapi untuk itu kusudahi saja Dan akan kusadari Sebagaimana pelampiasanmu terobati Saat itu Bersama pukulan tidak dianggapnya aku Menyakitkan sekali Nana Seperti pisau belati Yang digunakan Raja Todo Untuk membunuh molas Rueng Tatkalah kau raja Dan aku asa Sekilas dan senampak itu saja Tapi sadarlah Aku pernah ada Untuk kamu yang tak pernah kau anggap Aku ada Memberi warna ndereng Pada pipi kecilmu Memberi senyum pada bibir Manismu Alangkah masyur hatiku Saat itu saja Sekarang bukan Kau tak terlihat Bekaspun tak nampak Sekalipun... Biarlah sudahlah Kataku dalam hati yang sedikit emosi Sedikit marah Untuk mencintaimu yang salah Sudahi kataku Akiri...