Malamnya Memilukan
Semilir hangatnya malam, menampilkan wajah pilu dari garis wajahmu. Yah, kamu dari barisan kata yang berirama rasa, menandakan adanya jejakmu. Jejak yang memilukan, jejak yang sejaknya ada selalu menorehkan luka.
Bila lukanya yang tak sanggup kau sembuhkan, kembalikan aku pada lembaran kertas yang pinggirnya berkerut. Berkerut seiring runtuhnya rindu.
Barisan jejak pada lembaran putih, kini memilukan duka. Air mata membasahi pipih putihmu, tak ada lagi hangat dan sebatas sapaan, yang mungkin kulimpahkan pada doa tangan yang berkerut.
Komentar
Posting Komentar