Kangen Ruteng

Kangen, itulah cerita sebagian dari penghuni kota dingin itu yang Rindunya jauh dari kota dureng ini. Kangen sekali, apalagi kalau hari Minggunya jumpa Tuhan. Joak jaek, bilang saja cumang dipelataran katedral Ruteng. Sutt, bukan sekedar rindu dan kangennya yang jadi masalah,tapi ini tentang kisah insan didalamnya yang tak kunjung usai. Hisss...mulai lagi curhat. Bagaimana tidak, perasaan kemarin baru Nana bilang "Enu aku momang ite", dan hari ininya bilang "Enu, neka rabo", iya dimaafkan tau saja ta Nana, kami yang modal perasaan dan modal imus rebok ini bisa apa. Bermula dari kisah Dev dan Anya, sampai kisah Rikus dan Moni yang tak kunjung selesai, sekarang kisahnya kita berbeda, lebih miris dan buat ini hati tamba mas seperti sambal Warung Mulia, sakit sekali. Sepertinya,toto Kopi kemarin ada benarnya e, bukan sekedar tebak sio pe, tapi tebak isi hati daku latang hi Nana reba yang tinggal Repang saja. Aduh Tuhan tidak jadi Kangen Ruteng. Ruteng, mungkin kisahku yang kurang menarik, menjadikan kamu rahim yang sulit kuucapkan kata lepas. Tapi tenang, selagi jiwa dan raga ini masih bersemayam bersama Reba- reba kota Ruteng, entah dari mana nanti, intinya Ruteng masih di lubuk hatinya Enu tau?. Sedikit cerita saja e, saya tau masih ada satu Nana yang manis nanti Tuhan kasih par beta, eh salah buat Enu. Beta" kan khusus untuk nona nona NTT, kalau saya bagian panggilan Enu nya saja, seperti Enu yang panggil Nana dengan manis sekal. "Nana". #RutengKangen🥀

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikuti Prosedurnya|TUKAR KILA-MASUK MINTA

RAHIT