Memaknai Ungkapan Kata Neka KETA Rabo Dalam Tradisi Adat Manggarai

  Manggarai Momang Ungkapan Lomes Para Pemain Caci,Ouuuoooooooo Ende Ema Ase Kae Mai Taung Wa'u Eta Main Ga,Lonto Leok Cama Cama Neki Ce Natas Labar Beo Bate Elor Dite. Sebuah Ungkapan Momang Ungkapan Kasih Akan Kebersamaan Masyarakat Manggarai Dalam Membina Keakraban Dan Persahabatan Antar Sesama. Dalam Permainan Caci Ini Pula Ada Yang Berperan Sebagai Ata Paki (Yang Memukul) Dan Yang Berperan Sebagai Ata Ta'ang (Penangkis), Dan Datang Sebagai Meka Landang (Tamu) Dan Tua Beo (Pemilik Kampung). Semua Bersahabat Dan Menunjukan Rasa Kasih Dan Momang Antar Sesama. Dalam Permainan Caci Ini Juga Tidak Ada Istilah Balas Dendam, Walau Salah Satu Pemain Caci Itu Ada Yang Luka Besar Atau (Beke).
   Ungkapan Neka Rabo Seringkali Menjadi Ungkapan Yang Dianggap Memalukan Dan Di Anggap Kampungan, Atau Sering Dianggap Gengsi. Tetapi Kata Kata Neka Rabo Masih Dianggap Tidak Merendah Diri Karena Pada Dasarnya Ungkapan Kata Neka Rabo Masih Umum, Dan Masih Dianggap Enakan Saja Dalam Meminta Maaf. Bagi Sebagian Masyarakat Manggarai Yang Mengerti Akan Tradisi Dan Adat, Sangat Penting Sekali Mengungkap Kata Neka Rabo Dan Lebih Dalamnya Lagi Kata Neka KETA Rabo, Sebagai Rasa Bersalah Rasa Menyesal Untuk Tidak Lagi Mengulangi Kesalahan Yang Diperbuat. Dan Seringkali Kata Neka KETA Rabo Ini Selalu Dalam Polemik Atau Masalah Besar, Seperti Seorang Anak Yang Meminta Maaf Kepada Orang Tuanya Saat Orangtuanya Meninggal, Dan Merupakan Penyesalan Yang Sangat Besar. Bukan Kampungan Atau Kendala Gengsi, Sangatlah Tidak.
    NEKA KETA RABO Ende Ema Ase Kae Pang Olon Ngaung Musin, Ungkapan Yang Selalu Ada Dalam Setiap Upacara Adat Daerah Manggrai Seperti Adat Barong Wa'e, Penti, Teing Hang, Dll. Rangkaian Acara Tersebut Merupakan Ungkapan Rasa Hormat Terhadap Orang Terdahulu Atau Nenek Moyang Yang Sudah Perli Mendahului Keluarga Atau Sering Disebut Ata Pa'ang Bele (Alam Lain).

#Tabe Ase Kae
#Neka Keta Rabo
#Tegi Momang Agu Bengkes
#Mohas Momang De Meu Ata Mesen
#Mori Sembeng Agu Berkat
#Yuliana HetriSarni Gimbuk
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikuti Prosedurnya|TUKAR KILA-MASUK MINTA

RAHIT