Wendo Adalah Pertemuan Dua Insan Yang Tersesat
Ditengah wabah pandemi Covid-19 ini, berbagai polemik terjadi pada masyarakat sekarang ini. Berbagai pemberitaan sebagai buah bibir masyarakat sudah kerap kali menjadi topik hangat disela istrahat kesibukan. Sudah hampir setengah tahun Corona pandemi global ini merengut segala keadaan, aktifitas dari masyarakat dunia. Adanya keharusan masyarakat untuk mematuhi aturan dari pemerintah untuk memulai aktifitas dari rumah saja, untuk memutus rantai penyebaran covid-19 ini.
Kabupaten Manggarai adalah salah satu daerah yang sangat berdampak buruk jika serangan pandemi ini ada. Berbagai upaya pemerintahpun di jadikan alasan dan menjadikan kabupaten Manggarai sebagai daerah yang masih kondusif dan masih dalam Zona Hijau tetapi masih tetap mematuhi protokol kesehatan. Sejauh dari pemantauan belum ditemukannya orang yang positif terkena corona. Walau beredar berita yang mengatakan, ada beberapa yang sudah terkena paparan corona dan berita tersebut hilang begitu saja.
Budaya Ase Kae dalam daerah Manggarai sudah menjadi kekhasan tersendiri bagi daerah ini, yang disebut sebagai yang sangat tradisional, dengan kebudayaan yang masih sangat kental. Ajang pesta sekolah atau Wu'at Wa'i adalah salah satu bentuk atau proses dukungan dari ase kae untuk memberikan suport dan dukungan kepada anak dari Anak Wina atau Anak Rona sebagai dukungan untuk kesuksesan selanjutnya. Pesta sekolah di awali dengan adanya bantang Ase Kae pung wa sebagai dasar dalam menghormati Wa'u atau keluarga. Di dalam adat tersebut adanya Porong Salang sebagai saksi Ase Kae merestui anak- anak mereka untuk melanjutkan studi dengan Toto Urat Manuk Di'a sebagai langkah awal sang anak pergi menuntut ilmu. Ada juga stigma atau pandangan Ase Kae untuk mendapatkan imbalan sebagai bentuk Dodo atau balas tai, adalah pandangan tidak hanya mereka tetapi saya juga, Leko Dodo menjadi momok yang paling mendasar juga dalam adat Wu'at Wa'i tersebut. Tetapi apakah di tengah keadaan Ase Kae tersebut pikiran dari anak- anak kita tersebut demikian juga?, tentu tidak dan bahkan hanya sebagian. Realita yang terjadi sekarang apa?setelah anak melangsungkan pesta,sebuah berita yang sangat mengejutkan terjadi! Wendo, adalah sebuah pertemuan dua insan yang tidak dilandasi oleh cinta yang utuh!. Lalu bagaimana perasaan orang tua sekarang, mereka hanya to up the point, intinya merestui dan leko dodo selesai, orang tua tidaklah beban dengan bahasa kasar "jaga racek tai one bangku kuliah ko sekolah, terjadi, mending awal- awal begini terjadi", siapa yang malu? ASE KAE! ditegasi kembali Ase Kae Anak Wina ataupun Anak Rona akan merasa malu dengan mengorbankan perasaan mereka mengiklaskan dukungan moril atau materi mereka, mengorbankan kelurga demi menghadiri dan mendukung anak- anak mereka atau to'a mereka, tetapi setelah kejadian ini apakah masih berlanjut? apakah dengan kejadian ini akan merubah keadaan? sangat tidak sama sekali. Bahkan behas cama tau adalah kesaksian yang menjadi alasan untuk tidak adanya lagu ase agu kae. Jaman sekarang anak- anak uwa weru akan semakin buta akan adat yang membesarkan mereka, mereka akan menjalani masa- masa kemoderenan mereka dan meninggalkan kekolotan yang kuno dan tradisional. Masih mau menyalahkan keluarga dengan tuduhan dan semua ocehan yang tragis?, dengan alasan keluarga adalah penyebabnya?. Mari sebagai generasi milenial yang betul- betul senagai penerus, kita bersama membentuk karakter anak- anak dengan tipuan yang mematikan tetapi menjanjikan. Bersama bersatu menjaga ase kae agu wa'u.
WENDO PERTEMUAN DUA INSAN YANG TERSESAT!!!!opini yang saya tulis berdasarkan realita yang terjadi sekarang ditengah wabah pandemi global ini.
#SalamSuara
#LamiAseKae
#LamiWa'u

Komentar
Posting Komentar