SEMESTA MERONA NANA TERLENA
Nana enggan melepas, sama semestapun demikian. Kau tau?, iringan suara Kaka Ngkiong melibatkan pesona ciptaan lainya untuk tak segera bergegas. Sembari memperkenalkan nama, isyaratkan rasa. Tentang nama yang kelak akan bungkam, segera dan ingin dikejar. Mata Wae, seperti kata alam, sumber dari segala kehidupan utama untuk segera melepas dan menghilangkan dahaga. Ahhhhh... suaramu memecah kesunyian setelah kau dapat. Nana cukup bersyukur, menelaah sembari berdoa dan Amin. Trimakasih Mori,ucapmu kala itu. Nana entah apa riakan yang mencoba tinggalkan keadaan, Nana cukup melulainya dengan sambutan Ioo aku tiba. Cukup mendukung, sepertinya Nana sudah terlena. Lihat pipimu menandakan rona bukan Merona kataku. Senyum manis pada bibir manjamu seringkali meluluhkan setiap detik debit air yang jatuh. Sungguh mempesona...Ia benar kenapa tidak cukup Nana semesta pemeberi rasa dan doa sebagai wujud untuk lamanya waktu. Yeahh cukup.

Komentar
Posting Komentar