Ruteng Dingin, Kopi Pa'it Dan Rindu

   Sore ini cuaca begitu bersahabat bersama kita nana, ite cua dengan ganda. Tampaknya enu sudah siap mendengarkan cerita dari nana o, lejong mane dari nana sore ini mentolelir ciar agu semangat de enu untuk ganda sua tau bersama nana, apalagi daeng cake bao leso de enu sudah siap untuk teti one mai sapo,  dengan segudang ea dan dan sejuta oa. Ea bersama momang dan oa bersama cinta. Neka lelet nana, istilah taung situ. Siap sudah, enu hidangkan tete daeng agu wae kolang pa'it. Toe ma gola ta nana kut pande mecik kopi ho'o, persoalan doi jadi masalahnya. Enu? Nana ingin bercerita sedikit,jamuan yang enu suguhkan sore ini,sungguh manis dengan momang, sungguh nikmat dengan cinta. Enu? berkaitan dengan cinta dan momang ini, aku mengibaratkannya saja e, asi di nana*^aku memotong pembicaraanya. Kenapa enu? nikmati dulu seteguk nana,biar ada kata dan rasa yang akan nana diamkan untuk sore ini. Dengan sigap nana menyentuh gelas itu, dengan nikmatnya ia merasakan kopi pa'it itu,dengan daeng teman untuknya melepas dahaga. Enu? bisakah aku melanjutnya menjadi kisah yang prima agar menjadi rima untuk dirumah kita nanti. Dengan berbalas senyum, baiklah nana.
  Enu, trimakasih untuk jamuan ini, sederhana namun bermakna. Aku ibaratkan ini sebuah filosofi hidup antara kau dan aku, yang kelak menjadi kita. Kopi pa'it dengan momangnya bersama tete wae dengan cinta,itu akan menjadi kisah yang akan kita tulis dengan rapi diatas surat ini. Dengan Kota dingin ini, menjadi saksi dari bermulanya kamu dan aku, disatukan dengan kopi pa'it dengan daeng wae ini. Okelah enu,jika tai ada pengahalang, kala belis menghantam semua niatku, tapi bukan usahaku. Jadi demikian, leso dari golo ranaka awo wae mokel, moran sale tacik labuan selat sape,merekalah yang akan menjadi produser dari mose enu dan nana. Biarkanlah sederhana itu menjadi kita, bahagia menyambut kita. Bukan sebagai pelampiasan neho diang mora. Kan tidak baik! Ireng tae dise
   Kembali nana bertanya kepada enu, mau dan tidak hidup dalam sederhana jangankan kaya bersama aku?
Untuk niatku memang pudar bersama belis,tapi usahaku jalan bersama paca. Kala mese belis enu,dengan paca Kaba pun siap untuk caling. Hahahhaetoo, nana boto ces kopi*^^inung di kole.
Iaiai enu, lelo ranga dite dengan senyum yang tulus, mecik laku rasa kopi pandem bo,tai di enu e, bukan untuk sekarang .




#TabeMomang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikuti Prosedurnya|TUKAR KILA-MASUK MINTA

RAHIT