SETELAH RASA YANG TAK LAGI SAMA AKU ENU HAU NANA

   Tidak ada lagi suara sekedar bertanya apakah enu sudah makan, apakah enu sudah tidur, apakah enu sudah berdoa, apakah enu sudah belajar sepertinya hilang dan musnah begitu saja. Aku berpikir, ahhh mungkin memang sebatas disana saja dia yang pernah hadir, untuk aku yang pernah mau untuk waktu yang lama.   
   Aku ingin bercerita soal asmara yang hilang, tentang aku yang pernah bahagia untuk waktu yang singkat saja. Bo du pu'ung *enu aku janji,karena mendapatkanmu adalah sulit sesulit aku mencari belis membawakannya di hadapan inang dan amang, jadi enu dari leso ngger awo Golo Wukir moran sale Tacik Labuan Bajo nenggitu ketay pu'ung agu wangkan tai daku momang tedeng latang hau"* sebegitukah? Ungkapan yang sudah membutakan aku kala itu. Dengan manisnya aku menjawab *nana jangankan leso dan mane, usang warat agu buru pote akan kita lalui bersama, untuk membuktikan rasa momang dite latang aku* enu juga tidak kalah gombal. Waktu berjalan begitu manis dan baik, hari- hari diwarnai dengan aroma khas cinta yang begitu membekas dalam sukma dengan candanya ataupun lainya. Baik dan manis diawal pertemuan itu sampai kami menjalin sebuah hubungan sekedar dari teman. Bulanpun berganti, hingga pada suatu hari....
   Leso Minggu, ceres keta membakar loke melok daku, cakep. Hahahha aku menghibur diri, pesan yang begitu singkat " enu maaf, mungkin kita akiri saja ini hubungan, kita jalan masing- masing saja sudah, apalagi kesibukan kampus sudah membuat kita jarang berkomunikasi lagi"*
*Baiklah sudah nana, kalau memang itu keputusan yang terbaik menurut nana*^
Tettt....! Sekian saja untuk hari itu, bulan itu, cinta kami hilang sekejap saja. Sakit sekali untuk nai yang sudah rasa nyaman. Dehhh mora nggitu kaut gi. Memang kehilangan adalah suatu hal yang sangat menyakitkan sekali. Tapi aku berpikir aku bukan kehilangan orang yang ada untuk aku dari awal aku hidup, untuk apa aku menangis hanya untuk orang yang hanya sekejap saja singgah, kata Sanza Soleman Jaga Orang Pu Jodoh, memang benar eh, Tuhan belum menitipkan yang baik untuk benar- benar menjadi hati yang berarti. Luar biasa aku, untuk hati yang masih manis, menerima semua rasa tetapi pelan- pelan bilang untuk tidak dulu. Aku sudah merasa nyaman dengan aku yang sekarang, banyak cinta yg aku dapat dari sekian banyaknya reba Manggarai, awon Manggarai Timur, Salen Manggarai Barat. Harus rangko, bukan labok, itu adalah sebuah kekuatan untuk menemukan yang benar- benar tulus. Mencintai satu objek saja bagiku tidak afdol eaaa gaya hair keta bahasa diset Jakarta kaku, heee begitulah aku, ribet bagiku untuk memulai lagi soal asmara, biarkan nanti Tuhan yang atur. 
Rasa yang sudah tak ada antara aku enu dan hau nana, setelah sekian itu saja. Tabe nara geong




#Tabe
#SarnyGimbuk

Komentar

  1. Mungkin benar apa yang di katakan orang" mencintai bukan berarti memiliki, ya mungkin itu kata" yang tepat untuk menghibur hati kecil gimbuk yang lagi risau. Tapi tenang saja, satu hal yang perlu gimbuk tau "Dia tidak benar" pergi, dia akan kembali tapi dengan wujut yang berbeda"๐Ÿ˜
    Tabe leso Minggu gimbuk ๐ŸŒน

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ikuti Prosedurnya|TUKAR KILA-MASUK MINTA

RAHIT